Definisi Arbitrase

Definisi arbitrase menurut berbagai sumber.

Meskipun arbitrase sudah ada dan dipraktekkan selama berabad-abad (bahkan pertama kali dperkenalkan oleh masyarakat Yunani sebelum Law and Justicemasehi). Namun, sampai sekarang definisi pasti mengenai apa itu arbitrase masih saja ditemui begitu banyaknya perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat tersebut tidak sampai menghilangkan makna arbitrase sebagai alternatif penyelesaian sengketa melainkan justru memberikan konsep yang berbeda-beda mengenai arbitrase. Sebagai referensinya, saya mencoba memberikan beberapa definisi dari para sarjana di Indonesia dan berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Secara harfiah, perkataan arbitrase adalah berasal dari kata arbitrare (Latin) yang berarti kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu menurut kebijaksanaan. Definisi secara terminologi dikemukakan berbeda-beda oleh para sarjana saat ini walaupun pada akhirnya mempunyai inti makna yang sama.

Subekti menyatakan bahwa arbitrase adalah penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang hakim atau para hakim berdasarkan persetujuan bahwa para pihak akan tunduk pada atau menaati keputusan yang diberikan oleh hakim yang mereka pilih.

H. Priyatna Abdurrasyid menyatakan bahwa arbitrase adalah suatu proses pemeriksaan suatu sengketa yang dilakukan secara yudisial seperti oleh para pihak yang bersengketa, dan pemecahannya akan didasarkan kepada bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak.

H.M.N. Purwosutjipto menggunakan istilah perwasitan untuk arbitrase yang diartikan sebagai suatu peradilan perdamaian, di mana para pihak bersepakat agar perselisihan mereka tentang hak pribadi yang dapat mereka kuasai sepenuhnya diperiksa dan diadili oleh hakim yang tidak memihak yang ditunjuk oleh para pihak sendiri dan putusannya mengikat bagi keduabelah pihak.

Pada dasarnya arbitrase adalah suatu bentuk khusus Pengadilan. Poin penting yang membedakan Pengadilan dan arbitrase adalah bila jalur Pengadilan (judicial settlement) menggunakan satu peradilan permanen atau standing court, sedangkan arbitrase menggunakan forum tribunal yang dibentuk khusus untuk kegiatan tersebut. Dalam arbitrase, arbitrator bertindak sebagai “hakim” dalam mahkamah arbitrase, sebagaimana hakim permanen, walaupun hanya untuk kasus yang sedang ditangani.

Menurut Frank Elkoury dan Edna Elkoury, arbitrase adalah suatu proses yang mudah atau simple yang dipilih oleh para pihak secara sukarela yang ingin agar perkaranya diputus oleh juru pisah yang netral sesuai dengan pilihan mereka di mana keputusan berdasarkan dalil-dalil dalam perkara tersebut. Para pihak setuju sejak semula untuk menerima putusan tersebut secara final dan mengikat.

Di Indonesia, perangkat aturan mengenai arbitrase yakni UU No. 30 tahun 1999 mendefinisikan arbitrase sebagai cara penyelesaian sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.

Black’s Law Dictionary juga memberikan definisi arbitrase sebagai a method of dispute resolution involving one or more neutral third parties who are usually agreed to by the disputing parties and whose decision is binding.

Berbagai pengertian arbitrase yang diberikan di atas terdapat beberapa unsur kesamaan, yaitu:
1. Adanya kesepakatan untuk menyerahkan penyelesaian sengketa-sengketa, baik yang akan terjadi maupun telah terjadi kepada seorang atau beberapa orang pihak ketiga di luar peradilan umum untuk diputuskan;
2. Penyelesaian sengketa yang bisa diselesaikan adalah sengketa yang menyangkut hak pribadi yang dapat dikuasai sepenuhnya, khususnya di sini dalam bidang perdagangan industri dan keuangan; dan
3. Putusan tersebut meupakan putusan akhir dan mengikat (final and binding).

Referensi:

  1. Subekti, Arbitrase Perdagangan, Bina Cipta, Bandung, 1992, hlm.1.
  2. H. Priyatna Abdurrasyid, Penyelesaian Sengketa Komersial (Nasional dan Internasional) di luar Pengadilan, Makalah, September 1996, hlm.1.
  3. H.M.N. Poerwosutjipto, Pokok-pokok Hukum Dagang, Perwasitan, Kepailitan dan Penundaan Pembayaran, Cetakan III, Djambatan, Jakarta, 1992, hlm.1.
  4. Brierly J. Law, The Law of Nation, Oxford, Clarendon Press, 1983, hlm.347.
  5. Frank Elkoury dan Edna Elkoury, How Arbitration Work, Washington DS., 1974, dikutip dari M. Husseyn dan A. Supriyani Kardono, Kertas Kerja Hukum Ekonomi, Hukum dan Lembaga Arbitrase di Indonesia, Proyek Pengembangan Hukum Ekonomi dan Penyempurnaan Sistem Pengadaan, Kantor Menteri Negara Koordinasi Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengawasan Pembangunan, 1995, hlm.2.
  6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Pasal 1 (1).
  7. Bryan A. Garner, et.al, eds, Black’s Law Dictionary, 9th ed., Thomson Business, United States of America, 2004, s.v. “arbitration”.
About these ads

Tentang Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Dodik Setiawan Nur Heriyanto work as lecturer and legal consultant. He was graduated both undergraduate and postgraduate from Faculty of Law, Universitas Islam Indonesia, one of the oldest universities in Indonesia. He teach several subjects of international law and subjects of legal skill. He also expertise in contract drafter and legal drafter, an area of skill which have been learned during served as civil servant at Local Government of Yogyakarta's Special Region (2009-2012). For more detail about him or more discussion just send him email dodiksetiawan@gmail.com (this mail available also for iMessage, chat, and other social media).
Tulisan ini dipublikasikan di Dispute Settlement Law dan tag . Tandai permalink.

24 Balasan ke Definisi Arbitrase

  1. lisa berkata:

    thx atas segala infonya dari sini aku bisa ngerjain tugas pkn ku hehe :)

  2. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Your welcome Lisa.

  3. jeje berkata:

    tenkyu penjelasan arnitrasinya :D
    aku belajar sosiologi buat un hari senen nih di sini :)
    Doain ya oooom xD

  4. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Amien Jeje. Tentu saya doakan sukses dan lulus dengan nilai memuaskan UN nya. Selamat menempuh ujian. Maturnuwun atas kunjungannya.

  5. amel berkata:

    syukrn ats arbitrasex…jd bx tw duech.

  6. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    sama2

  7. eko marwanto berkata:

    makasih sharenya mas, btw fotonya yg jadi headernya keren banget mas

  8. Ping balik: apa itu Arbitrase | Coemix92's Blog

  9. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    maturnuwun mas eko marwanto… sugeng berkunjung… :)

  10. Bob berkata:

    Saya buta dunia hukum… tapi artikel ini sedikit memberi saya pencerahan. Terima kasih dan keep posting…

  11. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Maturnuwun Sdr Bob.

  12. irwan berkata:

    mas bro.mw tau donk ttg arbitrase,kan ada yg tidak bsa dijalankan di indonesia dan ada yg bsa dijalankan di indonesia…..nah bsa tlg ga mas…kasus apa yg putusan arbitrasenya bsa dilakukan di indonesia thx be4…

  13. Andi Agusfian Pranata berkata:

    Terima Kasih atas informasinya ttg Arbiterase yang dapat menambah pengetahuan saya tentang Ilmu Hukum

  14. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Sudah banyak putusan arbitrase internasional yang dilaksanakan di Indonesia. Anda bisa membaca banyak referensi buku tentang Arbitrase yang ditulis oleh pakar-pakar hukum seperti huala adolf, erman rajagukguk, dsb. Tampaknya banyak buku sudah mendetail menyebutkan putusan-putusan arbitrase internasional, seperti kasus Karaha Bodas, Bakrie, EFD Man Sugar, dsb. Selamat berburu bukunya. :)

  15. Bakhtiar T berkata:

    Kami bisa minta contoh kakus penyelesaian sengketa secara arbitrase

  16. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    ada. contoh: karaha bodas company v. pertamina dan PLN.

  17. Heya i am for the first time here. I found this board and I find
    It really useful & it helped me out much. I hope to give
    something back and help others like you helped me.

  18. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    thank you sell liberty.

  19. mantab infonya dan sumber-sumber referensinya, mungkin klo ada contoh putusan pengadilan post dong, buat tugas-tugas kak. thanks.

  20. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Untuk putusan pengadilan bisa anda search di web MA atau dicari di majalah Varia Peradilan. InsyaAlloh tulisan saya selanjutnya akan melampirkan contoh kasus dengan putusannya. Terimakasih masukannya.

  21. drs. Sugiyanto berkata:

    trim penjlasannya tntng arbitrase, shg aq sedikit mrngerti

  22. Putri Nurbalqies berkata:

    terimakasih untuk ilmunya ya :)

  23. ade berkata:

    mas broo. bisa jelas kan tahapan-tahapan dalam proses pengadilan abitrase di indonesia

  24. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    Proses dan tahapan arbitrase sebenarnya panjang. Lbih baik anda cari buku buku terkait arbitrase krn banyak referensinya. Mhn maaf tdk bs menuliskannya di balasan komentar ini. Goodluck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s