“After careful selection of all students that have indicated that they would like to be nominated for the scholarship, I am sorry to inform you that you have not been selected for nomination”. Begitulah bunyi awal surat yang saya terima belum lama ini mengenai kepastian beasiswa yang akan saya dapatkan untuk studi ke Belanda. Surat tersebut bukan merupakan surat yang kesekian kalinya yang kebanyakan dikirimkan melalui electronic mail (e-mail) daripada melalui pos. Rasa ‘deg-deg’an kadang menyelimuti hati saya ketika menerima surat ataupun e-mail perihal pengumuman beasiswa.
Mungkin saya merupakan salah satu dari sekian ratus bahkan ribuan pelamar beasiswa yang mempunyai pengalaman sama dalam meraih beasiswa tersebut. Kebetulan saya (kata beberapa kawan) ngebet sekali agar bisa kuliah di Belanda. Banyak usaha dan lamaran sudah coba saya kirimkan selama ini dan sementara hasilnya masih saja belum memuaskan. Dalam surat biasanya disebutkan secara detail seberapa besar jumlah pelamar beasiswa yang kurang beruntung. Contoh kecil adalah beasiswa HSP Huygen Scholarship atau Stuned yang diperebutkan oleh ribuan pelamar. Setidaknya surat yang berisi penolakan lamaran beasiswa jangan membuat kita kemudian menyerah dan pasrah saja namun justru membuat kita terus berjuang dan berusaha agar usaha yang selanjutnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
‘Berusaha untuk lebik baik dari sebelumnya’. Kalimat ini bukan merupakan rangkaian kata-kata yang tidak bermakna akan tetapi harus dimaknai sebagai motivator dalam berusaha. Bagaimana caranya memperbaiki usaha kita? Tulisan ini saya tulis dengan tujuan kepada berbagai kalangan yang saat ini tengah memperjuangkan hal yang sama dengan saya, agar lebih memahami pengalaman dibalik ini semua. Kebetulan saya sendiri sering sekali mendapatkan surat penolakan dari beberapa institusi beasiswa di Belanda dan juga universitas di Belanda. Saya berusaha merangkum pengalaman para peraih beasiswa di Belanda (yang kebetulan adalah beberapa teman di kampus) melalui tulisan ini. Semoga tulisan ini dapat memberikan semangat bagi pembaca yang tengah bersaing meraih beasiswa terutama beasiswa untuk studi di Belanda. Berikut adalah beberapa garis besar kiat dalam meraih beasiswa khususnya di Belanda:
Mengoreksi kesalahan kita sendiri
Hal pertama yang harus dilakukan ketika lamaran kita ditolak oleh institusi penerima beasiswa adalah mengoreksi berkas-berkas lamaran kita sendiri dimanakah letak kekurangannya. Seringkali berkas lamaran dibuat dalam keadaan terburu-buru (mendekati waktu deadline pengiriman) sehingga terdapat beberapa berkas yang belum lengkap maupun terdapat kesalahan dalam pengisian berkas. Kesiapan kita dalam melengkapi berkas-berkas yang diminta oleh pihak pemberi beasiswa sangat penting sekali. Jangan sampai kesalahan yang sudah kita lakukan sebelumnya terulang kembali. Koreksi ini seharusnya menjadi solusi dan sebuah perbaikan dalam berjuang meraih beasiswa di masa yang akan datang
Belajar dari banyak pengalaman orang
Tidak mudah dalam memilih ribuan pelamar untuk disaring hanya segelintir saja untuk menerima beasiswa. Orang-orang yang terpilih tersebut tentunya mempunyai karakter atau keunggulan tersendiri yang mungkin sangat menarik. Bahkan tentunya pengalaman mereka dalam mencari dan memperoleh beasiswa sudah banyak. Pengalaman orang-orang terpilih ini perlu kita jadikan pelajaran tersendiri serta motivator dalam berjuang untuk memperoleh beasiswa. Terlebih pengalaman mereka justru pada akhirnya akan memotivasi kita juga untuk meningkatkan kualitas diri pribadi kita menjadi lebih baik.
Doa dan optimisme
Usaha yang sudah dilakukan dalam memperoleh beasiswa haruslah didukung dengan doa. Tentunya semua ajaran agama memberikan ajaran bahwa doa itu penting bagi setiap usaha manusia. Selain doa juga semangat optimisme untuk terus berusaha yang terbaik. Optimisme yang diiringi dengan doa dalam berjuang serta berusaha meraih beasiswa memberikan spirit tersendiri agar apa yang kita lakukan selalu mendapat ridlo dari-Nya. Kita pun harus optimis bahwa kesempatan itu akan datang dan diberikan kepada kita. Jadi jangan pantang menyerah dalam meraih beasiswa!
H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H. (dodiksetiawan.wordpress.com)
DIarsipkan di bawah: Competition (Lomba/Kompetisi), Scholarship Information, Uncategorized | Ditandai: kiat meraih beasiswa, kompetiblog, studi di Belanda








tulisannya bagus sekali…. dapat menyemangati semua orang yang kayakna malah minder membaca setiap surat penolakan….
Terimakasih… ayo study ke Belanda…
kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda….*sok tua nih gw…hhe…saya bahkan belum berani ngirim aplikasi krn minder dgn syarat2 yg di tentukan….semangat *sambil nyemangatin diri sendiri juga*
Tidak usah minder mas. Terus dan tetap semangat. Siapa tahu salah satu dari kita adalah yang terpilih. Amien. Setelah deadline yang bisa kita lakukan hanyalah dengan selalu berdoa… semangat juga mas… terimakasih atas kunjungan nya…
Hemmm…..bijak sekali. info cukup berharga dalam membawa diri dan memenej setiap rencana hidup. secara tidak langsung, tulisan mencerminkan bagaimana karakter si penulisnya. beruntung sekali sosok yang sejatinya demikian. lancar dan sukses selalu dalam setiap harimu
terimakasih atas kunjungannya… wah terimakasih banyak juga atas sanjungan atas tulisan ini… ya mungkin kita juga bisa melihat sisi baiknya dari setiap kegagalan yang pernah kita alami… karena saya yakin bahwa kesuksesan pasti diawali dengan kegagalan… kalaupun ada tanpa kegagalan itu sangat jarang sekali terjadi… sekali lagi terimakasih…
ketika googling pagi ini untuk cari kasus gcg, nyangkut di blog-ya mas dodik ini dan tertarik membaca tulisan tentang upaya memperoleh beasiswa.
kalao boleh sharing sedikit, pengalaman saya di masa lampau untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri lumayan jumpalitan. saya memulainya sejak 1995 dan baru dapat 2001. tapi dalam perjuangan jatuh-bangun sebanyak 9 kali penolakan itu banyak pengalaman dan pemaknaan yang luar biasa buat saya. dan bottom line-nya, hanya Allah saja yang Paling Tahu beasiswa mana yang terbaik, studi kemana yang terbaik, dan kapa waktu terbaik. untuk kita juga untuk keluarga. alhamdulillah, sejak itu saya justru bisa bolak-balik ke luar negeri, untuk berbagai agenda riset, studi, jalan2, dan ibadah.
saya doakan, semoga mas dodik pun segera memperoleh yang terbaik itu.
tetap semangat ya!!!
Terimakasih mbak ratna atas kunjungannya. Syukron juga atas saran dan semangatnya. Sampai saat ini saya juga sedang mencoba untuk berusaha mendapatkanyya. Kita sebagai manusia memang hanya bisa berusaha. Keputusan finalnya ada pada yang Diatas. Sekali lagi terimakasih. Saran anda benar2 memberikan support bagi saya.