Syarat Sahnya Kontrak

Agar suatu kontrak oleh hokum dianggap sah dan mengikat kedua belah pihak, maka harus memenuhi syarat-syarat sahnya suatu kontrak. Syarat sahnya kontrak ini dapat digolongkan dalam dua bentuk, yaitu syarat sah yang bersifat umum dan syarat sah yang bersifat khusus. Syarat sah yang umum terdiri dari syarat sah umum berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata yang terdiri dari:

  1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. Suatu hal tertentu; dan
  4. Suatu sebab yang halal.

Syarat sah umum diluar Pasal 1338 dan Pasal 1339 KUHPerdata yang terdiri dari dari syarat iktikad baik, sesuai dengan kebiasaan, kepatutan dan kepentingan umum. Sedangkan syarat sah yang bersifat khusus terdiri dari syarat tertulis untuk kontrak-kontrak tertentu, syarat akta notaries untuk kontrak-kontrak tertentu, syarat akta pejabat tertentu (bukan notaries) untuk kontrak-kontrak tertentu dan syarat izin yang berwenang. Sebagai perbandingan, dalam sistem cammon law persyaratan sahnya suatu kontrak harus memnuhi enam elemen yaitu offer, acceptance, mutual assent, capacity, consideration dan legality.

Berikut ini akan dijelaskan secara rinci satu per satu syarat sahnya kontrak, antara lain sebagai berikut:

  1. Kesepakatan Para Pihak. Sebagaimana diketahui, berdasarkan sistem hukum manapun kesepakatan kehendak dalam suatu kontrak merupakan salah satu syarat sah yang mutlak. Suatu kesepakatan kehendak dimulai dari adanya unsur penawaran (offer) oleh salah satu pihak, diikuti oleh penerimaan penawaran (acceptance) dari pihak lainnya, sehingga akhirnya terjadilah suatu kontrak yang terutama untuk kontrak-kontrak bisnis kerapkali dilakukan secara tertulis. Apabila dalam suatu kontrak yang ditandatangani terjado terjadi dari salah satu unsur oaksaan (dwang), penipuan (bedrong) atau kesilapan (dwaling) maka terhadap kontrak tersebut tidak terpenuhi syarat kesepakatan kehendak. Yang dimaksud dengan paksaan adalah suatu perbuatan yang menakutkan seseorang yang berpikiran sehat, dimana terhadap orang yang terancam karena paksaan tersebut timbul ketakutan baik terhadap dirinya maupun terhadap kekayaannya dengan suatu kerugian yang terang dan nyata (Pasal 1324 KUHPerdata). Yang dimaksud penipuan adalah suatu tipu muslihat yang dipakai oleh salah satu pihak sehingga menyebabkan pihak lain dalam kontrak tersebut menandatangani kontrak tersebut, padahal tipu muslihat tersebut pihak lain itu tidak akan menandatangani kontrak yang bersangkutan (Pasal 1328 KUHPerdata). Sedangkan kesilapan dalam suatu kontrak terjadi apabila seseorang ketika membuat kontrak dipengaruhi oleh pandangan atau kesan yang ternyata tidak benar. Kesilapan ini bisa terjadi terhadap hakikat barang maupun terhadap diri orang.
  2. Kecakapan Para Pihak.  Pada dasarnya semua orang cakap untuk membuat kontrak, namun undang-undang mengecualikan untuk mereka-mereka yang tergolong belum dewasa, yang ditempatkan dibawah pengampuan, orang yang dilarang leh undang-undang untuk melakukan perjanjian (Pasal 1330 KUHPerdata).
  3. Suatu Hal tertentu. Syarat ini penting untuk menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam menyusun kontrak. Suatu hal tertentu tidak lain adalah perihal yang merupakan objek dari suatu kontrak. Jadi duatu kontrak haruslah mempunyai objek tertentu. Beberapa persyaratan yang ditentukan oleh undang-undang terhadap suatu hal tertentu dalam suatu kontrak,khususnya jika objek dalam perjanjian tersebut berupa barang adalah: (a) Barang yang merupakan objek kontrak tersebut haruslah barang yang dapat diperdagangkan (Pasal 1332 JUHPerdata); (b) Pada saat kontrak dibuat, minimal barang tersebut sudah dapat ditentukan jenisnya (Pasal 1333 ayat (1) KUHPerdata); (c) Jumlah barang tersebut boleh tidak tertentu, asal saja jumlah tersebut kemudian dapat ditentukan atau dihitung (Pasal 1333 ayat (2) KUHPerdata); (d) Barang tersebut dapat juga barang yang baru akan ada dikemudian hari (Pasal 1334 ayat (1) KUHPerdata); (e) Tetapi tidak dapat dibuat kontrak terhadap barang yang masih ada dalam warisan yang belum terbuka (Pasal 1334 ayat (2) KUHPerdata)
  4. Causa yang halal. Syarat ini menjadi dasar mengapa suatu kontrak dibuat. Kausa dalam kontrak merupakan bentuk kausa yang bersifat obyektif karena kausa yang subyektif sering disebut dengan istilah ”motif” dan tidak relevan dalam suatu kontrak. Syarat kausa yang legal merupakan mekanisme netralisasi yaitu sarana untuk menetralisir terhadap prinsip hukum kontrak yang lain ialah prinsip kebebasan berkontrak. Yang pada intinya menyatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah mempunyai kekuatan yang sama dengan undang-undang. Kapan suatu kontrak oleh hukum dianggap tidak mempunyai kausa yang legal. Undang-undang menentukan bahwa suatu kontrak tidak memenuhi unsur kausa yang legal jika: (a) Kontrak sama sekali tanpa kausa; (b) Kontrak dibuat dengan kausa yang palsu;Kontrak dibuat dengan kausa yang terlarang, terdiri dari kausa yang dilarang oleh undang-undang, bertentangan dengan kesusilaan dan bertentangan dengan ketertiban umum.
About these ads

Tentang Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Dodik Setiawan Nur Heriyanto work as lecturer and legal consultant. He was graduated both undergraduate and postgraduate from Faculty of Law, Universitas Islam Indonesia, one of the oldest universities in Indonesia. He teach several subjects of international law and subjects of legal skill. He also expertise in contract drafter and legal drafter, an area of skill which have been learned during served as civil servant at Local Government of Yogyakarta's Special Region (2009-2012). For more detail about him or more discussion just send him email dodiksetiawan@gmail.com (this mail available also for iMessage, chat, and other social media).
Tulisan ini dipublikasikan di Contract Law dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Syarat Sahnya Kontrak

  1. Ping balik: Syarat Sahnya Kontrak (via Dodik Setiawan Nur Heriyanto) « Dunia Kontraktor

  2. Dodik Setiawan Nur Heriyanto berkata:

    terimakasih.

  3. Ping balik: Syarat Sahnya Kontrak (via Dodik Setiawan Nur Heriyanto) | Dunia Kontraktor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s