Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Competition (Lomba/Kompetisi) » Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Belanda

Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Belanda

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

kompetiblogbadge-neoPada masa awal kuliah tentunya setiap mahasiswa di Fakultas Hukum (pada setiap universitas) dibekali dengan sebuah Mata Kuliah Pengantar Hukum Indonesia (Introduction to Indonesian Legal System). Mata Kuliah ini penting dan wajib diikuti pada awal kuliah. Terkadang tidak sedikit mahasiswa yang mengeluhkan terlalu banyaknya materi yang diberikan (terlebih apabila ada dosen yang sering mengajar dengan metode hapalan teks per teks). Dengan bobot 4 SKS, materi yang diberikan pun cukup lumayan banyak. Bisa kita bayangkan hanya dengan dua kali seminggu beratatap muka dengan dosen pembimbing selama kurang lebih 6 bulan (satu semester), materi yang diberikan cukup se’abreg’ (umumnya sampai 20 Bab/materi dasar) mulai dari pengantar ilmu hukum sampai kepada perkembangan sistem hukum Indonesia saat ini.

Beberapa buku sering menjadi santapan wajib dari mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia ini. Buku-buku tersebut misalnya saja Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia (C.S.T Kansil, Penerbit Balai Pustaka), Mengenal Hukum (Sudikno Mertokusumo, Penerbit Liberty), Pengantar Ilmu Hukum (Van Alperdoorn, Penerbit Kanisius), dan referensi lainnya. Mata kuliah ini sangat dasar dan harus dipahami oleh setiap mahasiswa hukum. Tujuan mempelajari mata kuliah ini agar pada nantinya para alumi di setiap fakultas hukum dalam mengembangkan ilmunya tidak melenceng dari ilmu dasar yang sudah diberikan semasa kuliah. Namun realitanya perkembangan hukum di Indonesia saat ini tidak menjiwai sistem hukum dasar yang sudah dikenalkan oleh Belanda pada masa penjajahan.

Kontribusi Belanda selama Kolonialisme

Menurut sejarah, Indonesia dijajah oleh Belanda sampai 3,5 abad (bukan meupakan waktu yang singkat). Durasi pendudukan Belanda yang lama di Indonesia secara tidak langsung mengubah dan tidak sedikit memberikan dorongan dan kontribusi secara positif. Banyak sekali para sarjana dari Belanda memberikan kontribusi penting bagi langkah bangsa Indonesia selanjutnya khususnya dalam bidang hukum. Contoh kecil adalah dikenalkannya hukum adat oleh Van Vollenhoven (Guru Besar Universitas Leiden). Murid Van Vollenhoven yang terbaik, bernama Mr. B. ter Haar Bzn, kemudian menjadi guru dari para sarjana di Indonesia seperti Dr.Koesumah Atmaja, Dr. Gondokusumo dan sarjana lainnya yang sampai saat ini teori-teori hukum mereka masih sering dijadikan pijakan awal dalam memahami hukum Indonesia.

Tidak hanya itu saja, kitab perundang-undangan yang digunakan di Indonesia misalnya saja Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgelijk Wetboek/BW) juga merupakan produk hukum yang dirancang dan dibuat oleh Belanda. KUH Perdata Belanda dijadikan panduan untuk meng-kodifikasi KUH Perdata Indonesia sehingga banyak sekali menjiwai aturan-aturan yang terdapat dalam KUH Perdata Belanda. Kodifikasi KUH Perdata Indonesia mulai berlaku sejak Januari 1948.

Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Belanda

Walaupun sudah setengah abad lebih Indonesia merdeka, aturan perundang-undangan kita masih mengacu kepada beberapa aturan yang dibuat Belanda (misalnya KUH Perdata, KUH Pidana, dll). Perubahan peraturan mendasar tersebut sampai saat ini masih belum menjadi komitmen ‘serius’ pada parlemen di Indonesia. Padahal di negara Belanda sendiri KUH Perdata yang mereka pergunakan sudah disesuaikan dengan peliknya permasalahan hukum saat ini.

Penulis sempat heran ketika banyak sarjana hukum di Indonesia lebih tertarik melanjutkan studi di negara selain Belanda, khususnya di negara-negara common law. Mengingat Indonesia menganut civil law system seperti halnya Belanda maka seharusnya para sarjana hukum kita mendalami ilmu mereka ke negara-negara civil law system (khususnya di Belanda) agar tidak merusak tatanan hukum serta tidak melenceng dari tujuan dasar peraturan perundang-undangan yang ada. Contoh kecil permasalahan tersebut adalah perdebatan mengenai peran hakim dalam pemakaian putusan pengadilan sebelumnya (yurisprudensi) dengan mengesampingkan makna dasar aturan perundang-undangan yang secara jelas telah diatur. Perdebatan tersebut sering di’gembar-gembor’kan oleh para sarjana yang notabenenya lulusan dari salah satu universitas di negara-negara common law dan justru melenceng dari dasar hukum sistem civil law yang sudah diperkenalkan oleh Belanda dan telah menjadi ruh aturan perundang-undangan di Indonesia.

Belanda memperkenalkan hukum di Indonesia jauh sebelum negara yang berbendera merah putih ini merdeka. Bahkan pembentukan peraturan perundang-undangan yang dibuat Belanda untuk negara jajahannya (Indonesia) merupakan aturan yang dibuat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Mendalami ilmu hukum Indonesia rasanya tidak lengkap dan sempurna apabila tidak melakukan semacam riset atau penelitian khusus perkembangan ilmu hukum di negara kincir angin tersebut. Karena di negara Belanda-lah hukum di Indonesia dicetuskan, dirancang, dan dibuat. Sehingga bagi sarjana kita atau generasi muda kita yang ingin mempelajari hukum lebih dalam, alangkah baiknya memilih belajar ke Belanda. Maka tuntutlah ilmu sampai ke negeri Belanda!

H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H. (dodiksetiawan.wordpress.com)


9 Comments

  1. pimpii says:

    Bagi Pimpii yang buta hukum ini sebenarnya kurang terlalu ngeh dengan asal-usul hukum di negeri kita. Tetapi berasal dari manapun hukum tersebut akan menjadi sangat berarti jika benar-benar dapat diterapkan dan ditegakkan di negeri ini.
    Makasih infonya massss……

  2. Dodik Setiawan says:

    Ya terkadang juga perlu diteliti juga sejauh mana keganjilan penerapan hukum di Indonesia. Mungkin juga karena adanya faktor perubahan tatanan hukum yang tidak menjiwai hukum yang sudah diwariskan Belanda (yang juga justru datang dari sarjana hukum kita)… umumnya juga masalah ini dibawa oleh beberapa sarjana dari civil law country. Mreka umumnya memaksakan budaya hukum disana untuk diterapkan di Indonesia yang nyata-nyata tidak sesuai dengan hukum yang sudah diterima masyarakat bertahun-tahun. Anyway, terimakasih atas komentarnya Pimpii…

  3. embanun says:

    salam kenal,

    artikel-artikelnya bagus. banyak sekali artikel dan informasi tentang hukum.

    sukses selalu…..!

    salam,
    embanun.

  4. Dodik Setiawan says:

    Terimakasih Pak Embanun… tulisan Bapak juga bagus2 koq… saya terkesima dengan tulisan Kartininya…. salam kenal juga…

  5. vicroom says:

    Sebnarnya negara kita belum merdeka ! Knp?krn msh mengambil produc belanda dalam mengambil aturan negara dalam kehidupan masyarakat yg pelik terhdap kehidupan sehari2.ini adalah tugas para sarjana hukum

  6. Dodik Setiawan says:

    Sebenarnya beberapa produk hukum buatan Belanda yang masih dipakai hingga sampai saat ini memberikan dorongan munculnya produk perundang2an yang sudah lahir dan berlaku di negara kita saat ini. Contoh kecil adalah BW kita yang sampai saat ini masih berlaku dan memberikan pedoman kuat mengenai (misalnya) bagaimana membuat perjanjian atau teori dasar hukum kebendaan. Teori2 tsb dikenalkan oleh Belanda dan banyak sekali teori hukum dasar yang masih berlaku dan sering digunakan. Nah intinya adalah ketika para sarjana hukum kita belajar ke Belanda, seharusnya mereka melihat konsep perkembangan hukum di Belanda sana saat ini. Sekarang hukum Belanda sudah 100% berubah. Dan setelah mengenyam pendidikan dari sana, seharusnya keilmuwan mereka dituangkan kedalam konsep kehidupan nyata sosial kemasyarakatan kita (dengan tidak melenceng dari ruh sistem hukum civil law yang kita pakai dan anut hingga bertahun2). Toh, Belanda dulu membuat hukum untuk kita dengan melalui banyak penggodokan yang disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat kita. Nah, mengapa tidak sarjana hukum kita mengenyam pendidikan di negeri kincir angin?

  7. TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  8. Dodik Setiawan says:

    Terimakasih SAUT BOANGMANALU atas kunjungannya… Ya saya akan mencoba selalu mengunjungi berita ttg kabupaten pak pak….

  9. choza says:

    salam kenal mas
    saya mo minta bantuan nih, saya lg nulis tentang sejarah ter haar.
    bantu dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: