Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Competition (Lomba/Kompetisi) » “KNOWING”: Holland as our Future International Study

“KNOWING”: Holland as our Future International Study

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

We cannot predict what will happen in future. But we have to optimist with our live and do the best for our future.

kompetiblogbadge-neoBelum lama ini saya bersama rekan-rekan di kantor menonton film “Knowing” di salah satu bioskop yang ada di Jogjakarta. Ide ‘nonton bareng’ ini berangkat dari penasaran kami dengan beberapa berita di media cetak yang menyatakan bahwa film ini masuk box office. Terlebih jika mendengar kabar bahwa antrian tiket nonton film tersebut sampai sepanjang rel kereta api yang mayoritas dipenuhi oleh anak muda.

There is a pattern to predicting the future

Film ini bermula tatkala Sekolah Dasar di Massachusetts pada tahun 1959 mengadakan acara penguburan kapsul waktu. Seorang guru, Miss Taylor memberikan tugas kepada siswa-siswinya untuk menggambar dan hasil gambar mereka akan dimasukkan di dalam kapsul waktu yang nantinya akan dibuka lagi dalam rentang waktu 50 tahun. Setiap gambar dikemas dalam amplop tertutup dengan diberi nama lengkap sesuai nama si pembuat gambar.

Tahun 2009 merupakan waktu dimana kapsul waktu tersebut harus dibuka. Caleb Koestler (Chandler Canterbury) menunjukkan isi amplop yang ia da200px-knowingposter08patkan saat kapsul waktu dibuka kepada ayahnya, John Koestler (Nicolas Cage). Anehnya, isi amplop bukan merupakan gambar melainkan deretan angka acak. Usut punya usut deretan angka tersebut ditulis oleh seorang siswi misterius yang bernama Lucinda Embry. John yang merupakan Professor dalam ilmu astronomi bertanya-tanya dan berusaha memecahkan deretan angka acak yang ditulis oleh Lucinda 50 tahun yang lalu tersebut. Dengan hanya mengandalkan mesin pencari google, ternyata deretan angka tersebut merupakan rangkaian tanggal peristiwa/tragedi yang memakan banyak korban jiwa hingga pada akhirnya terpecahkan sebuah tanggal yang menunjukan akan datangnya hari kiamat.

Our future is in our hand

Memang sekilas film tersebut terlalu mengada-ada. Adanya prediksi hari kiamat yang mudah dipecahkan merupakan salah satu keganjilan dari film ini. Namun setidaknya film ini bisa memberikan motivasi kepada penonton mengenai pentingnya kita merekonstruksi prediksi-prediksi yang harus kita capai dalam masa yang akan datang sehingga tidak terjadi penyesalan yang berkepanjangan.

Prediksi masa depan kita sebenarnya ada pada tangan kita. Kita harus selalu berusaha yang terbaik dalam menjalani kehidupan masa kini agar pada masa yang akan datang kita dapat meraih sesuatu yang lebih baik dan lebih membanggakan.

Tidak sedikit yang membicarakan bahwa masa depan tergantung kepada sejauh mana serta sedalam mana ilmu dan keahlian yang kita miliki saat ini. Tentunya ini sangat berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan setiap orang. Sehingga tak jarang institusi pendidikan banyak menawarkan beberapa keunggulan serta keunikannya masing-masing.

Holland as the future of International Study

“Bingung”, kata itu sering diucapkan ketika banyak orang mencoba mencari institusi pendidikan yang nantinya akan menjadikan masa depan mereka dengan image_previewlebih baik. Banyak sekali institusi pendidikan didirikan namun kenyataannya tidak bisa sepenuhnya sesuai dengan harapan setiap orang. Minimnya fasilitas, sistem pengajaran yang kurang pas, suasana perkuliahan (atau belajar mengajar) yang membosankan, hampir selalu menjadi lagu klasik bagi setiap siswa/mahasiswa yang menempuh pendidikan di Indonesia. Intinya, pendidikan mahal pun belum tentu menjamin kelemahan tersebut dapat dikurangi. Belum lagi perdebatan sengit mengenai kuota anggaran 20 persen yang tak kunjung terlihat realisasinya.

Pendidikan di Belanda memang beda. Semua kelebihan (yang di-idamkan semua orang) selalu ada di setiap institusi pendidikan di Belanda. Betapa tidak, pendidikan di Belanda mengedepankan studi pendidikan dengan bahasa global (Bahasa Inggris), standar akademik yang tinggi, orientasi internasional, serta suasana pendidikan yang mendukung. Bahkan menurut situs NUFFIC, ada beberapa alasan mengapa banyak orang memilih untuk studi di Belanda yaitu karena alasan masyarakat yang multikultur dan terbuka, suasana studi yang berorientasi internasional, pendidikan dan riset yang berkualitas dan beragam, serta terletak di jantung Eropa.

Kualitas lulusan dari pendidikan di negeri kincir angin tersebut tidak disangsikan lagi. Taruhlah nama-nama seperti Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan tokoh besar di negara kita yang merupakan lulusan dari Belanda.

Prediksi masa depan sebenarnya ada di tangan kita. Pilihan pendidikan sangat dominan dalam menentukan masa depan kita. Dengan beragam kelebihan serta output yang telah dihasilkan menjadikan Belanda layak menjadi tujuan studi bagi kita. Do the best for our future by study in Holland!


6 Comments

  1. Ferry Ardiyanto says:

    wah knowing dikaitkan dengan prediksi hidup kita?? boleh juga… tapi mungkin lebih baik mas nya bikin film knowing versi prediksi studi di belanda… hahaha…

  2. Dodik Setiawan says:

    Ya ditunggu saja jadwal tayangnya… hahaha…

  3. Umar Haris Sanjaya says:

    bagus sekali tulisannya dengan mengakat tema film knowing yang baru ini dan dituangkan ke dalam rangkaian kata-kata yang menarik sehingga dapat menarik minat untuk ke belanda. Pengen sekali saya ke belanda. Semoga prediksi tahun ini bisa kesana.

  4. Dodik Setiawan says:

    Terimakasih mas umar…

  5. mar'a says:

    “Minimnya fasilitas, sistem pengajaran yang kurang pas, suasana perkuliahan (atau belajar mengajar) yang membosankan, hampir selalu menjadi lagu klasik bagi setiap siswa/mahasiswa yang menempuh pendidikan di Indonesia. Intinya, pendidikan mahal pun belum tentu menjamin kelemahan tersebut dapat dikurangi.”
    Inilah kenyataan di negeri kita…semoga nanti bila anda telah menempuh study di sana jangan lupa untuk membangun Indonesia🙂

  6. Dodik Setiawan says:

    Saya setuju dengan anda. Semoga pilpres besok benar2 memilih capres yang peduli pendidikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: