Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Law (Hukum) » Company Law » Resensi Buku: Good Corporate Governance

Resensi Buku: Good Corporate Governance

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.
Cover Depan Buku

Cover Depan Buku

Judul Buku

: Good Corporate Governance: Perkembangan Pemikiran dan Implementasinya di Indonesia dalam Perspektif Hukum
Penulis : Ridwan Khairandy dan Camelia Malik
Penerbit : Total Media Yogyakarta
Tahun Terbit : 2007
Jumlah Halaman : Viii + 193 halaman
ISBN : 979-15913-1-8

Resensi Buku  :

Perkembangan terbaru membuktikan bahwa manajemen tidak cukup hanya memastikan bahwa proses pengelolaan manajemen berjalan dengan efisien. Diperlukan instrumen baru, Good Corporate Governance (GCG) untuk memastikan bahwa manajemen berjalan dengan baik. Ada dua hal yang ditekankan dalam konsep ini yaitu, pertama, pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar (akurat) dan tepat pada waktunya. Kemudian yang kedua yaitu kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu, dan transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder

Di Indonesia sendiri, penerapan GCG khususnya bagi perusahaan publik dapat dikatakan belum begitu baik. Dalam kenyataanya GCG hingga saat ini belum diterapkan secara sepenuhnya. GCG tampaknya masih dirasakan seperti sebuah slogan, harapan, atau cita-cita yang ideal. Memang dalam kenyataannya perlu diakui bahwa belum semua perusahaan BUMN ataupun perusahaan swasta, khususnya perusahaan publik belum melaksanakan prinsip-prinsip GCG secara sempurna. Hal ini dikarenakan Pedoman GCG ini hanya dalam bentuk rekomendasi dan belum sepenuhnya ketentuan GCG diadopsi ke dalam peraturan-peraturan perundang-undangan yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Sehingga banyak perusahaan merasa enggan untuk menerapkan GCG secara penuh.

Harus diakui bahwa dalam praktiknya memang tidak mudah menciptakan iklim GCG pada perusahaan. Banyaknya persoalan-persoalan dalam perusahaan yang muncul menyebabkan penerapan GCG di Indonesia dapat dikatakan gagal. Persoalan-persoalan tersebut antara lain mengenai perlindungan pemegang saham minoritas di Indonesia yang masih lemah, ketidakefektifan kinerja komite audit pada perusahaan, keberadaan komisaris yang kurang independen, sistem two-tier board system yang kurang dipahami beberapa perusahaan, lemahnya perlindungan bagi kreditor, rendahnya transparansi, serta persoalan lainnya.

Dengan benyaknya berbagai permasalahan dalam perusahaan di Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa penerapan GCG di Indonesia gagal. Perusahaan publik belum sepenuhnya bersedia untuk menjalankan prinsip-prinsip GCG dalam perilaku dan kegiatan pengelolaan perusahaan sehari-hari. GCG sendiri tidak serta merta dapat diterapkan secara baik oleh pihak-pihak yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Perlu adanya dukungan dari pihak regulator untuk membuat payung hukum yang menaungi penerapan GCG yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan urusan-urusan perusahaan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan rehabilitas perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan para stakeholder yang lainnya. Diakui ataupun tidak implementasi GCG di Indonesia merupakan hal yang sangat vital, karena dapat membantu perusahaan keluar dari krisis ekonomi dan bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang harus menghadapi arus globalisasi, mengikuti perkembangan ekonomi global dan pasar dunia yang kompetitif.

Penulis dalam buku ini juga menyarankan agar Indonesia mencontoh beberapa negara maju dalam menerapkan GCG, misalnya Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pilar kepercayaan pasar di kedua negara tersebut dibangun dengan dasar keterbukaan dalam fungsi pengawasan dan penegakan hukumnya. Untuk itu, penulis dalam buku berjudul GCG ini menyimpulkan agar sebaiknya prinsip-prinsip GCG dibuat dalam bentuk ketentuan perundang-undangan agar memiliki kekuatan hukum mengikat, mengingat sampai saat ini ketentuan mengenai GCG yang dibuat oleh Komite Kebijakan Nasional Corporate Governance hanya dalam bentuk rekomendasi.

Kelebihan dari buku ini terletak pada segi analisis hukum seputar implementasi prinsip Good Corporate Governace pada perusahaan publik di Indonesia. Analisis tersebut dimulai dari parangkat aturan perundang-undangan di Indonesia yang menekankan prinsip-prinsip GCG, praktik penerapan GCG dalam pengelolaan perusahaan publik serta faktor-faktor penyebab kegagalan penerapan GCG di Indonesia.

Kurangnya kasus-kasus pelanggaran GCG yang seringkali terjadi di Indonesia berikut yurisprudensinya menjadi kelemahan tersendiri dalam  buku ini. Namun kelemahan tersebut menjadi tidak berarti tatkala pembaca diarahkan kepada seberapa jauh perusahaan-perusahaan publik di Indonesia menerapkan GCG. Penulis dalam buku tersebut mencoba memberikan bagaimana perusahaan-perusahaan publik seperti PT. Astra International Tbk., PT. Timah Tbk., PT. Pupuk Kalimantan Timur Tbk., serta Bank Niaga berpengalaman dalam menerapkan GCG.

Berbagai persoalan penerapan GCG di Indonesia dikupas dengan bahasa yang mudah dipahami dan diberikan data yang up to date. Buku ini juga memberikan solusi nyata dalam penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance bagi perusahaan publik di Indonesia. Sehingga, buku setebal 186 (seratus delapan puluh enam) halaman ini pantas untuk dibaca baik bagi berbagai kalangan khususnya akademisi maupun praktisi perusahaan.

Peresensi:

H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H.

Kabid. Pelatihan PUSDIKLAT FH UII

*) Resensi Buku ini pernah diterbitkan oleh Buletin Warta Hukum Pusat Pendidikan dan Latihan (PUSDIKLAT) FH UII pada edisi Maret-Mei 2009.


18 Comments

  1. Yep says:

    Kultur manajemen perusahaan di Indonesia terutama perusahaan swasta mungkin yang agak membuat sulit menerapkan GCG ini ya Mas….🙂 Halah…sok tau aku

  2. Dodik Setiawan says:

    Kalau swasta justru GCG sangat bagus penerapannya bahkan CSR sekalipun. Namun untuk perusahaan publik nyatanya masih kurang. Mungkin karena perusahaan negara jd pada kurang semangat pengelolanya. Ujung2nya minta duit lebih padahal manajemennya tidak berkembang. Sampai2 ada direktur utama BUMN (belum lama ini) malah tewas tertembak saat sehabis main golf. Perusahaa yang dipimpinnya ternyata juga kurang bagus… perusahaan publik lg…

  3. Ruri says:

    kalu pengukuran kinerja perusahaan untuk swasta sbg penerapan gcg itu pake apa ya mas??

  4. Dodik Setiawan says:

    Saya kurang tahu apa saja parameter yang digunakan untuk melihat apakah GCG sudah diterapkan di banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN. Tapi setidaknya dalam buku yang saya resensi ini menginformasikan bahwa sebelum menentukan parameternya, alangkah lebih baik jika kita sudah menentukan terlebih dahulu prinsip GCG mana yang akan kita teliti. Baru setelah itu kita mencari parameternya. Perlu diketahui buku inbi lebih mengarah aspek aturan dan penerapannya (dr sudut pandang ilmu hukum). Mungkin sdr. Ruri bisa mencarinya di beberapa jurnal ekonomi atau bidang ilmu yang lainnya. Jika dilihat dr sudut hukum berarti parameter yang digunakan umumnya sejauh mana kasus pelanggaran terhadap prinsip2 GCG.

  5. Dede says:

    Kegagalan penerapkan GCG di Indonesia karena pimpinan perusahaannya belum menjalankan amanah sesuai syariat islam

  6. Dodik Setiawan says:

    Setujuuuu….

  7. m.agung suryaatmaja says:

    Apa memang susah ya membuat parameter penerapan GCG, sehingga KPI nya tidak dapat diukur. Kalau boleh tunjukkan kesulitannya. Terima kasih.

  8. dewi subagio says:

    saya sedang mengerjakan tentang penerapan Prinsip” GCG pada perusahaan perbankan (Tbk), aduh susah sekali🙂

  9. Dodik Setiawan says:

    Terimakasih atas kunjungannya. Semoga artikel2 yang ada di blog saya ini bisa mendukung anda. Thank you.

  10. Dodik Setiawan says:

    Selamat atas penelitiannya… memang mengukur prinsip GCG di Indonesia memang tidak mudah. semoga beberapa tulisan saya ttg GCG bisa bermanfaat untuk anda. Semoga anda dipermudah jalannya hingga menuju hasil yang sempurna. Amien. Salam hangat.

  11. Dodik Setiawan says:

    Memang tidak mudah mengukur GCG di Indonesia. Disatu sisi ini adalah bukan kewajiban dan disisi lain banyak perusahaan belum sadar bahwa keterbukaan menerapkan prinsip2 GCG ini justru menguntungkan mereka. ada banyak kendalanya. anda bisa baca sumber buku yg ada. khususnya buku yg saya resensi ini juga dilengkapi kendala2 penerapan GCG di Indonesia. Terimakasih atas kunjungannya. Salam hangat.

  12. Omar AP says:

    mas,pengen nanya..utk beli buku mas yg GCG dimana ya?
    domisili saya di medan..

    trims

  13. Rahmani says:

    Kalo GCG untuk lembaga pengelola zakat sdh ada bukunya belum?
    Dimana saya bisa beli buku GCG pak Ridwan ini?
    Terimakasih responnya, wassalam…

  14. Dodik Setiawan Nur Heriyanto says:

    saya kira di banyak toko buku sudah ada termasuk Gramedia. atau mungkin bila memang tidak ada bisa saya bantu mencarikan kopiannya.

  15. Dodik Setiawan Nur Heriyanto says:

    di Gramedia ada mas. atau bila tak ketemu dan sangat butuh sekali bisa saya bantu mengkopikannya atau mencarikannya. kebetulan penulisnya adalah pembimbing skripsi dan thesis saya.

  16. Dimas says:

    Mas, punya referensi lain ngga gcg dari persfektif hukum? kebetulan saya sedang mengambil skripsi tentang gcg dari perspektif hukum. suwun.

  17. abdulloh mubarok says:

    bisa gak dijelaskan hubungan penerapan GCG dengan disclosure informasi akuntansi

  18. Dodik Setiawan Nur Heriyanto says:

    Tampaknya hal tsb berkaitan dg ilmu ekonomi shg mungkin sy bukan org yg tepat utk menjwbnya. Mhn maaf. Terimakasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: