Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Law (Hukum) » Company Law » Resensi Buku: Perseroan Terbatas

Resensi Buku: Perseroan Terbatas

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Judul buku: Perseroan Terbatas: Doktin, Peraturan Perundang-Undangan, dan Yurisprudensi – Penulis: Prof. Ridwan Khairandy – Penerbit: Total Media – Tahun Terbit: 2009 – Jumlah halaman: xv + 372 halaman – ISBN: 979-15191-3-7.

Kali ini saya mencoba memberikan sebuah resensi buku karya Pembimbing Thesis dan Skripsi saya dulu, Prof. Ridwan Khairandy. Resensi ini pernah dimuat saat diselenggarakan agenda pertemuan pengarang buku hukum di UII Cik Di Tiro tahun 2008 silam. Agar lebih bermanfaat saya mempostingresensi buku ini di webblog saya ini. Selamat membaca!

Setiap pelaku bisnis tentunya membutuhkan suatu sarana agar dapat memperluas ekspansi dan melipatgandakan keuntungan bisnisnya. Sarana tersebut setidaknya dapat menjalankan kegiatan bisnis dengan sendirinya dan dapat memenuhi segala kewajiban hukum yang melekat.

Sampai detik ini, sarana bisnis yang paling populer adalah badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas. Tidak sedikit kalangan bisnis menyukai bentuk Perseroan Terbatas karena mempunyai karakter-karakter yang sangat khas, salah satunya adalah terbatasnya tanggung jawab pemegang saham disesuaikan dengan nilai saham yang dimilikinya.

Niat baik pemerintah Indonesia untuk mengatur dan melindungi kepentingan para pelaku bisnis diwujudkan dalam bentuk perubahan terhadap Undang-Undang No.1 Tahun 1995 (UU PT Lama) menjadi Undang-Undang No.40 Tahun 2007(UU PT Baru). UU PT Lama dinilai ketinggalan jaman dan kurang akomodatif bagi pelaku bisnis. Diharapkan UU PT yang baru dapat memberikan arah baru bagi perkembangan dunia usaha di Indonesia.

Pasca berlakunya UU PT (yang baru) masih juga terdapat beberapa permasalahan di lapangan. Permasalahan yang sering ditemui adalah belum adanya aturan tambahan atau pelaksana bagi aturan-aturan baru yang sifatnya masih umum. Misalnya saja, sampai saat ini belum ada peraturan pemerintah mengenai bagaimana teknis pelaksanaan CSR. Permasalahan-permasalahan yang ada perlu sekali diberikan rujukan pustaka sehingga ruh dasar yang ada pada UU PT tidak hilang.

Buku berjudul “Perseroan Terbatas” karangan Ridwan Khairandy layak menjadi konsumsi para pelaku bisnis dalam memahami berbagai aturan baru yang ada dalam UU PT. Buku ini membahas semua hal mengenai perseroan terbatas dengan mendasarkan kepada doktrin, peraturan perundang-undangan dan putusan-putusan pengadilan. Pembahasan tersebut diwujudkan kedalam 13 bab. Bab I  membahas konsep dasar perseroan terbatas. Kelima unsur yang melekat pada PT dikupas secara rinci di dalam bab ini. Bab II membahas pendirian, anggaran dasar, daftar perseroan, dan pengumuman perseroan terbatas. Bab III menjelaskan modal dan saham perseroan terbatas. Bab IV membahas rencana kerja, laporan tahunan, dan penggunaan laba. Bab V menguraikan tentang tanggung jawab sosial perseroan terbatas. Bab VI menjelaskan teori-teori korporasi dan struktur organ perseroan terbatas. Bab VII membahas kedudukan, kewenangan dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bab VIII membahas mengenai kedudukan, kewajiban, pengangkatan, pemberhentian dan tanggung jawab direksi perusahaan. Bab IX menjelaskan kedudukan, fungsi, pengangkatan, pemberhentian serta kewenangan dewan komisaris. Bab X membahas tanggung jawab pemegang saham. Bab XI mendiskripsikan mengenai penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan perseroan. Bab XII menjelaskan tentang pemeriksaan terhadap perseroan terbatas. Dan bab XIII membahas mengenai pembubaran dan likuidasi perseroan terbatas.

Kelebihan buku ini terletak pada analisis perbandingan hukumnya (comparative law). Dalam beberapa hal, penulis buku ini memberikan analisis bagaimana pengaturannya baik pada sistem civil law maupun common law. Pada awal pembahasan mengenai istilah perseroan terbatas saja, penulis buku ini memberikan komparasi istilah-istilah PT di beberapa negara. Kemudian dalam membahas struktur organ perseroan perseroan terbatas juga diberikan pembedaan secara jelas struktur one-tier board ( Amerika, Inggris, dan Australia) , two-tier board (Belanda, Jerman, dan Indonesia), serta company community (yang berkembang di Jepang).

Penjelasan terhadap aturan-aturan baru dari UU PT menjadi keunggulan lain dari buku ini. Aturan baru seperti tanggung jawab sosial perusahaan, perubahan anggaran dasar perseroan, dan rencana kerja perseroan diberikan penjelasan secara komprehensif sehingga mudah dalam memaknai aturan-aturan baru yang ada.

Namun terdapat beberapa aturan dari UU PT yang belum menjadi cakupan pembahasan dari buku ini. Pertama, belum adanya pembahasan mengenai perseroan usaha yang bergerak dengan basis syariah mengingat dalam pasal 109 UU PT mewajibkan adanya Dewan Pengawas Syariah selain mempunyai Dewan Komisaris. Dewan Pengawas Syariah ini terdiri atas seorang ahli syariah atau lebih yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia. Tugas utama dari DPS ini adalah untuk memberikan nasehat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan perseroan agar sesuai dengan prinsip syariah.

Kedua, dalam pembahasan mengenai saham perseroan terbatas perlu juga diberikan analisis sejauh mana saham yang dimiliki dapat masuk kategori kepemilikan saham silang (cross holding company). Kepemilikan saham silang baik secara langsung maupun tidak langsung ini dilarang oleh UU PT. Pasal 36 UU PT justru tidak memberikan penjelasan mengapa kepemilikan saham silang itu melanggar UU PT. Tidak adanya penjelasan kepemilikan saham silang ini kiranya bisa menjadi tambahan analisis dari buku ini.

Ketiga, meskipun pembahasan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi bagian yang menarik dari buku ini, namun penulis buku ini perlu memberikan seperti apa aturan pelaksana CSR yang ideal berlaku di Indonesia. Kemudian sangsi semacam apa yang harus diberikan kepada perseroan yang tidak melaksanakan program CSR dan seberapa besarkah biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan CSR. Pembahasan ini akan sangat baik jika didukung dengan komparasi aturan pelaksana CSR di negara lain.

Secara keseluruhan buku ini memang layak menjadi salah satu referensi kita dalam mendalami seluk beluk perseroan terbatas. Semua pembahasan di dalam buku setebal 369 halaman ini dikemas secara rinci, menarik, dan mendasarkan kepada  doktrin yang berkembang, peraturan perundang-undangan serta putusan pengadilan (yurisprudensi) di Indonesia.Memiliki dan mendalami buku ini justru akan memberikan pemahaman yang up to date akan konsep baru perseroan terbatas di Indonesia.

Peresensi: Dodik Setiawan Nur Heriyanto (AlumnusMagister Hukum UII Tahun 2009)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: