Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Culture (Budaya) » IPAD kepunyaan SBY: kebutuhan atau “biar gaul”?

IPAD kepunyaan SBY: kebutuhan atau “biar gaul”?

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Saya pernah berfikir: “sekali-sekali ah nulis tentang SBY”. Umumnya khalayak memberitakan selebritas terkenal dengan fisik dan kehebohannya. Namun kali ini saya ingin mencoba menulis tentang Presiden kita saat ini. Saya tak ingin membahas siapa beliau, seberapa besar beliau di partai biru dengan riasan satu bintang merah, ataupun kebijakan beliau yang kadang lurus dan kadang kontoversial.

IPAD Pak Beye

Kali ini saya ingin mencoba membahas tentang IPAD Pak Beye. Sebelum jauh melangkah saya bercerta, saya ingin membahas apa sih IPAD? Dan penting tidak sih punya IPAD?

iPad adalah gadget terbaru yang diluncurkan oleh Apple yang fungsi utama adalah sebagai e-Book Reader. Dengan iPad kita bisa leluasa membaca e-book dimanapun dan kapannya. Selain sebagai e-Book reader, iPad juga bisa berfungsi sebagai mana layaknya sebuah tablet pc, kita bisa mendengarkan musik, nonton film, mengakses facebook, twitter dan kegiatan surfing di dunia maya. (sumber)

Perlu tidaknya IPAD buat Pak Beye

Tentu sebelum membahas lebih gamblang, tampaknya kita perlu tau asal muasal IPAD Pak Beye. Ternyata IPAD tersebut adalah oleh-oleh dari Richard Greene, penulis buku “Words That Shook The World – Addendum: The 1st Decade of The 21st Century”.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat oleh-oleh yang unik selama kunjungannya ke Toronto, Kanada. Oleh-oleh tersebut adalah sebuah buku yang berisi salah satu pidatonya saat berkunjung ke Universitas Harvard beberapa waktu lalu, tapi bukan dalam bentuk cetakan melainkan dalam format digital yang telah dimasukkan ke dalam iPad, perangkat komputer tablet yang populer buatan Apple.

Richard Greene adalah konsultan public speaking, penulisan pidato, dan strategi komunikasi. Richard Greene oleh koran Sunday Times dijuluki The Master of Charisma. Kliennya ada kepala negara/pemerintahan, pebisnis, selebritis, dan profesional. iPad berisi buku tersebut diberikan langsung oleh Greene kepada Presiden SBY di Hotel Westin, Toronto, Kanada, pada Sabtu (26/6/2010) sore waktu setempat atau Minggu pagi di Indonesia. (sumber)

Pandangan Masyarakat terhadap IPAD Pak Beye

Tampak beberapa kali ketika menyampaikan pidatonya. Pak beye sering terlihat ‘mesra’ ditemani IPAD nya. Pertama kali muncul saat pidato Pak Beye mengklarifikasi pidato beliau yang bertema keistimewaan DIY (dan kata banyak orang menyudutkan masyarakat Jogja). Tak hanya itu, saat mengomentari kasus Gayus pun dengan didampingi Pak Budiyono, pak Wapres, kemesraan tangan Pak Beye membelai tuts keyboard sentuh IPAD-nya. Komentar yang bernada kritikan maupun sanjungan banyak muncul di jejaring sosial khususnya di twitter. (berbagai komentar di twitter pernah dipublikasikan di Antara News, klik disini). Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sangat kritis memandang setiap kejadian sekecil apapun di pemerintahan kita. Kira-kira ada dua pandangan masyarakat yang melihat kemesraan Pak beye dengan IPAD nya, antara lain:

Satu, pandangan negatif. Sudah tentu banyak masyarakat memandang tidak baik atas kemesraan Pak beye dengan IPAD barunya tersebut.  Satu-satunya yang sering diutarakan banyak kalangan adalah ketika kemiskinan masih banyak di negeri ini dan kondisi ekonomi masyarakat yang masih memprihatinkan justru muncul sosok pemimpin dengan aksesoris yang dimiliki oleh orang indonesia kelas/papan atas. IPAD bukanlah media yang cocok buat Presiden. Performa nya pun jauh kalah dibanding laptop mini keluaran beberapa merek komputer saat ini. Salah satu kelemahan IPAD adalah tidak multitasking (sumber).  Seharusnya yang lebih diutamakan seorang Pemimpin adalah kecanggihan barang elektronik bagi nya bukan merek atau trandsetter yang sedang menggejala di dunia. Padahal bila pembaca tahu sebenarnya sejak kepemimpinan Pak Beye, telah disiapkan teleprompter (suatu alat dimana sebenarnya terbuat dari kaca yang diletakkan di depan podium dan bisa terbaca oleh orang yang ada dihadapannya, sedangkan penonton atau peserta tidak akan tau kalau sebenarnya orang yang sedang berpidato itu sedang membaca tulisan yang bergerak-gerak di kaca).

Selain itu, IPAD yang digunakan Pak Beye ternyata tidak ditutupi simbol buah apel yang sedikit “kroak” diujungnya. Ini kelihatan seperti ada pesan sponsor. Atau bisa kita anggap bahwa mungkin saja IPAD yang beliau pakai itu belum tentu IPAD pemberian Pak Richard. Suatu hal yang hanya orang istana yang tahu.

Dua, pandangan yang positif. Mau tidak mau harus diakui bahwa munculnya sosok IPAD yang selalu mendampingi Pak Beye berpidato memunculkan pendapat yang positif di kalangan masyarakat kita. Setidaknya Pak Beye mampu membuktikan bahwa seorang Presiden Indonesia itu tidak ndeso (tak bisa mengoperasionalkan barang-barang elektronik pendukungnya).

Begitulah bila saya menyimpulkan semua pandangan masyarakat yang akhir-akhir ini muncul di jejaring sosial (meski pernah dikomentarin status saya di facebook mengenai IPAD Pak Beye tersebut). Meski tak mewakili semua pendapat tersebut namun setidaknya saya puas telah menuliskan uneg-uneg saya tentang IPAD Pak Beye tersebut di blog saya ini. Mungkin kini saya ingin bertanya kepada pembaca sekalian: bila anda menjadi Presiden sekarang, apakah IPAD menjadi suatu kebutuhan anda?

Oleh: Dodik Setiawan Nur Heriyanto

*) Pemerhati Penegakan Hukum di Indonesia.


2 Comments

  1. ADITYA says:

    Selama 7 tahun ini Pak Beye telah bekerja keras untuk bangsa ini, IPAD adalah salah satu sarana untuk menunjang kerja beliau. selama suatu barang itu bermanfaat tentu akan lebih produktif..Pro Kontra suatu hal biasa kritikan yang konstruktif tentu luar biasa.

  2. Dodik Setiawan Nur Heriyanto says:

    Ya tulisan saya pun memberikan garis besar dua pandangan masyarakat tentang IPAD Pak Beye. Apakah fasilitas tersebut menunjang apa tidak ya hanya Pak Beye yang tau. Maturnuwun atas komentarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: