Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Kuliner » Pengalaman Kulinerku di Kedai Tiga Nyonya

Pengalaman Kulinerku di Kedai Tiga Nyonya

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.
Foto saya bersama Gurameh Bumbu Lotis

Foto saya bersama Gurameh Bumbu Lotis

Inilah kuliner saya yang kesekian kalinya, meski baru memposting-nya pertama kali di blog saya ini. Saya memang hobi sekali kuliner. Mencicipi style masakan yang berbeda-beda memberikan pengalaman tersendiri karena saya yakin dan paham bahwa setiap masakan memiliki makna tersendiri.

Kedai Tiga Nyonya: Mak Nyuss

Kali ini saya ingin membahas pengalaman saya di Kedai Tiga Nyonya. Tentu akan muncul di benak pembaca semua bahwa kata “Kedai Tiga  Nyonya” dapat diartikan bahwa restoran ini dikelola oleh tiga orang wanita yang hebat. hmm… Mengenai hal ini memang belum pernah saya tanyakan dengan si pemilik toko saat saya berkunjung, namun dari berbagai sumber yang saya baca dapat disimpulkan bahwa restoran ini merupakan restoran yang menyajikan menu-menu masakan khas “peranakan”. Maksud dari kata “peranakan” ini yaitu hasil paduan persilangan menu masakan kuliner Indonesia, Cina, Melayu dan Indo Belanda. Berbagai sajian khas yang kaya akan rempah memberi cita rasa peranakan yang kental. (sumber)Adapun menu yang sempat menggoyang lidah saya saat saya berkunjung kesana adalah Gurameh Bumbu Rujak (saya tidak tahu/lupa istilah di menu aslinya). Sepintas bila dipandang terasa aneh: masakan yang “mengawinkan” rujak beserta buah-buahnya dengan gurameh tepung. Tapi bila dicicipi hmmm sungguh rasanya mak nyuss. Terlebih saat itu ditemani dengan nasi yang masih panas serta tahu-tempe yang sungguh mempesona dipandang. Ada lagi yang tak terlupakan yaitu sambel pecel yang hmmm enak sekali dan juga sambal lain yang tak tahu saya namanya.

Kunjungan pertama

Ketika masuk dalam restoran ini, suasana yang di-suguhkan-pun sungguh seperti suasana restoran china-jawa jaman dahulu. Ruangan dalam-nya pun dihiasi dengan interior kuno dan saat makan ditemani dengan ‘dendang’ lagu jaman dahulu sehingga akan mengingatkan kita jaman kakek-nenek kita dahulu. Bahkan saat berkunjung di Kedai Tiga Nyonya Jalan Jend. Sudirman Yogyakarta (sebelah timur Tugu Jogja), tak tampak bila bangunan Kedai Tiga Nyonya ini adalah restoran.

Suasana interior Kedai Tiga Nyonya Yogyakarta

Kunjungan pertama saya adalah pada hari Jum’at tanggal 25 Februari 2011. Saat itu saya bersama teman-teman kantor sedang merayakan farewell party salah satu anggota ‘keluarga’ kantor (yang kebetulan pimpinan saya langsung) karena adanya rotasi jabatan. Sungguh yang sangat menarik adalah acara yang seharusnya dihiasi isak tangis dan perpisahan justu malah menjadi acara yang hangat dan penuh kekeluargaan karena pengaruh magis suasana Kedai Tiga Nyonya. Acara sungguh berlangsung akrab, penuh canda dan kegembiraan sehingga memberikan kenangan tersendiri bagi saya dan rekan-rekan saya akan suasana perpisahan di restoran bergaya china-jawa ini. Bagi anda yang belum mencobanya, silahkan buktikan sendiri!

Oleh:

H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, SH, MH (Pecinta Kuliner)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: