Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » My Personal Note » Seorang Pahlawan Bernama “Lelaki”

Seorang Pahlawan Bernama “Lelaki”

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Pahlawan bagi seorang lelaki tak harus dimaknai seberapa tangguh dia memproteksi orang-orang terdekatnya, namun bisa jadi diukur dari seberapa besar pengorbanannya untuk tidak menyakiti hati orang-orang terdekatnya.

Lelaki “positif” dan Lelaki “negatif”

Tampaknya kali ini saya akan mencoba menulis (sekali lagi untuk yang pertama setelah tema kuliner) mengenai beberapa intisari pengalaman hidup yang saya dapatkan dari melihat jalan cerita hidup kawan terdekat serta merasakan sendiri realitas hidup yang sedang saya lewati. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru bagi setiap pembaca yang ingin tahu sosok lelaki yang sebenarnya dalam hidup ini harus seperti apa dan bagaimana.

Jaman memang sudah berubah. Perkembangan pola hidup serta fenomena gaya hidup yang semakin berubah-ubah memunculkan dampak negatif berupa permasalahan-permasalahan hidup yang terkadang kecil maupun berat. Terutama dalam hal kehidupan kita sebagai seorang manusia yang berperan sebagai “gentleman”. Kini, seorang lelaki dituntut tak hanya sebagai imam saja, melainkan juga mampu menjadi corong perubahan serta pengayom bagi orang-orang disekitarnya.

Taruhlah contoh kecil yang pernah penulis tahu dari cerita kawan blogger. Seseorang lelaki X berkecil hati dan menyerah dalam pertarungan hidup karena kegagalannya membina rumah tangga. Atau seseorang Y menyerah dan pasrah dalam menjalani hidup karena ia merasa gagal mendapatkan orang yang seharusnya menguatkan dirinya dalam bertahan hidup. Parahnya, seorang Z yang rela bergaul dengan orang-orang berbudaya “gendeng” sebagai pelampiasan arah hidupnya yang tak jelas selama ini.

Potret suram beberapa lelaki diatas tampaknya hanya sedikit contoh yang dipahami “negatif”. Jangan dikira negatif saja, potret positif lelaki pun sudah banyak sekali tergambar di beberapa ulasan media. Lihatlah ketangguhan “idea to change” Barrack Obama, kesetiaan seorang Habibie pada almarhum istrinya, kecerdasan seorang Muhammad Yunus (peraih Nobel Perdamian) diberikan semata untuk kaum papa, rela matinya Yasser Arafat untuk rakyatnya, dan lain sebagainya.

Apabila diilhami dengan mendalam dan seksama, seorang lelaki sebenarnya mempunyai pamor yang lebih di banding wanita. Silahkan dibaca cuplikan hadist berikut ini:

كلكُم راعٍ و كُلّكم مسئول عن رعيته. الأمرُ راعٍ, والرجل راعٍ علي أهل بيته و المرأة راعية علي بيتِ زوجها و ولده فكُلكُم و كُلكُم مسئول عن رعيّته

Semua kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, lelaki (suami) adalah pemimpin di rumah tangganya, perempuan (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya dan terhadap anak-anaknya. Semua kamu adalah pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari dan Muslim melalui Abdullah Ibnu Umar ra.).

Hadist lain pun menguatkan bahwa lelaki dipercaya sebagai juru “ampuh” dalam membina rumah tangga:

لَن يُفلِحَ قومٌ ولوا أمَرَهم امرأةٌ

Tidak akan berjaya satu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan” (HR. Ahmad, Bukhari, an Nasa’I, dan at-Tirmidzi melalui Abu Bakrah).

Dari kedua hadist diatas, silahkan pembaca simpulkan sendiri bagaimana posisi dan kedudukan lelaki dalam pemahaman keyakinan Islam? So, we are the real man who always be the first!

Setiap “lelaki” dilahirkan untuk menjadi Pahlawan

Nah, pendek kata lelaki adalah pada dasarnya adalah seorang “pahlawan”. Kata ini saya ambil untuk diidentikkan dengan “laki-laki” karena makna “pahlawan’ sendiri ternyata sungguh luar biasa penjabaran positifnya.

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. (Sumber)

Setiap lelaki (menurut saya) dilahirkan untuk menjadi “pahlawan”. Pahlawan disini tidak harus diartikan sebagai seberapa tangguh, kuat, dan ber-energi nya seorang lelaki dalam panggung pertarungan. Ini lebih menitikberatkan ‘gentleman’ dalam artian fisik. Atau lebih sedikit anehnya lagi justru lelaki diidentikkan hebat bilamana diukur dari seberapa ‘banyaknya’ materi yang ia punya.

Namun, dalam artian lain, lelaki juga dapat dikatakan sebagai pahlawan. Contoh kecil yang tak identik dalam artian fisik adalah ketika seorang lelaki berusaha dan berkorban untuk mempertahankan keutuhan keluarganya dengan jalan bekerja keras, memercikkan cinta di dalam keluarganya, dan mencoba menyatukan serpihan cinta yang retak dalam rumah tangganya. Selain itu, terdapat pula seorang lelaki dikatakan bak pahlawan ketika dia berkorban atas perasaan serta seluruh hidupnya demi tidak menyakiti hati orang-orang yang dicintainya. Ia rela berdiam menutupi pengharapan besarnya, tetap tersenyum meski hatinya tergores karena pengorbanannya, serta mungkin bisa jadi menutupi kegagalannya dengan memberi semangat bagi orang-orang terdekat dan terkasihnya.

Sekali lelaki lahir, maka pahlawan itu datang dan diharapkan bagi sebagian besar orang terdekatnya. Kini, semua tergantung pada kita sendiri. Cara pandang kita (antara saya sebagai penulis dan pembaca) memaknai kedudukan lelaki tentu akan berbeda-beda. Yang jelas, tulisan ini bukan ditulis tanpa maksud, tujuan serta dasar yang tak jelas, namun diharapkan menjadi tambahan referensi bagi saya dan pembaca dalam memahami kedudukan lelaki di dunia ini. Thus, we are the truly hero with different ways of live!

*) Dodik Setiawan Nur Heriyanto (Pengagum kehidupan)


2 Comments

  1. aditya says:

    bagus sekali tentang pahlawan itu “lelaki” tetapi saya bru saja baca artikel ttg ‘IKHWAN SEJATI”
    Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…

    Sang Ibu tersenyum dan menjawab… Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya….

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah… Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari DADAnya yang BIDANG, tetapi dari HATI yang ada dibalik itu…

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya AKHWAT yang memuja, tetapi KOMITMENnya terhadap akhwat yang dicintainya…

    Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah BARBEL yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan…

    Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

    ….setelah itu, ia kembali bertanya…

    ” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”

    Sang Ibu memberinya buku dan berkata…. “Pelajari tenteng dia…” ia pun mengambil buku itu

    “MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu

  2. Dodik Setiawan Nur Heriyanto says:

    Wah sungguh komentar anda sangat menarik dan berkualitas Sdr Aditya. Komentar anda sungguh memperkuat tulisan saya yang mana saya tujukan kepada setiap lelaki di dunia ini. Bukan bermaksud untuk merendahkan atau memperjelek kedudukan lelaki, namun tulisan ini justru memuliakan sosok lelaki karena pada dasarnya lelaki adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi pangkal kebaikan untuk diri dan dlingkungannya. Terimakasih atas komentarnya yang sangat baik dan berkualitas ini. Tampaknya anda perlu mempunyai blog sediri untuk mengakomodasi hasrat menulis anda yang ‘terpendam’ selama ini. Good words and comments. Syukron.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: