Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Law School UII » Napak Tilas Wisuda 2008 Silam

Napak Tilas Wisuda 2008 Silam

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.
Wawancara dengan Media Massa

Wawancara dengan Media Massa

“Pin emas bagi saya bukanlah segalanya. Penghargaan ini merupakan suatu bentuk instropeksi bahwa segala sesuatu bila diiringi dengan amanah, giat, kerja keras, serta keyakinan yang kuat untuk menuntut ilmu Alloh maka segala kebaikan akan datang mengiringi langkah kita. Penghargaan ini-pun menurut saya bukan yang terakhir, namun menjadi start agar selalu berupaya terus mennerus untuk berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah.” Wawancara dengan Media Massa, 29 Maret 2008.

Pagi tadi, 23 April 2011, penulis sengaja datang ke kampus terpadu Universitas Islam Indonesia untuk menghadiri wisuda teman dan kolega penulis. Tepat pukul 7 sampai di Jalan Kaliurang KM.14, begitu masuk di kompleks jalan menuju Gedung Kahar Muzakkir, tampak terasa ingatan penulis terkenang akan suasana wisuda S-1 saya di tahun 2008 silam.Prosesinya hampir seluruhnya sama, mulai dari lagu mars UII, suasana cerah yang tampak di wajah orang tua wisudawan, hingga khidmatnya acara wisuda semakin membuat hati kecil penulis rindu suasana wisuda di bulan Maret 2008 tersebut.

Berfoto Bersama Keluarga Kecil

Berfoto Bersama Keluarga Kecil Pasca Wisuda


Bagi sebagian besar orang mungkin menganggap makna acara wisuda tak lebih  sebagai penganugerahan gelar semata, namun bagi saya acara wisuda di tanggal 29 Maret 2008 silam mempunyai makna dan cerita yang lain daripada yang lainnya. Mengapa?Kehadiran salah satu alumnus UII, H. Indra Muchlis Adnan, SH, MM, MH (Bupati Indragiri Hilir) menjadikan semngat wisuda lebih menyeruak. Bagaimana tidak, beliau diundang bukan saja sebagai tamu namun juga memberikan pidato sambutan alumni. Hal yang sangat menarik adalah ketika beliau menyuplik QS. Al-Mujadalah ayat 11 sebagai berikut:

yang artinya kurang lebih berikut ini: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Alloh akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat tersebut memberikan kesadaran bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki kesempatan yang luas untuk mencari dan menuntut ilmu. Bahkan oleh beberapa analis sejarah agama Islam, dikemukakan dalam sebuah riwayat bahwa  ada orang yang baru datang ke majlis Rosululloh, namun para sahabat tidak mau memberikan tempat duduk di sisi Rosululloh. Maka turunlah ayat ini (Al-Mujadalah: 11) sebagai perintah untuk memberikan tempat kepada orang yang  baru datang. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Qotadah) Menarik bukan?

Penyematan Pin Emas UII

Penyematan Pin Emas UII

Pin Emas UII

Pin Emas UII

Selain pidato tersebut, wisuda 2008 silam menurut penulis sangat bermakna ganda. Di satu sisi dikarenakan acara tersebut merupakan momen terpenting dalam akademik penulis yang ditandai dengan penganugerahan gelar Sarjana Hukum (Bachelor of Law). Di sisi yang lain prosesi wisuda tahun 2008 tersebut merupakan momen yang amat sangat terkesan dalam sejarah hidup penulis karena saat itu penulis mendapatkan Pin Emas Universitas Islam Indonesia, sebagai “bonus” pencapaian nilai tertinggi akademik saat itu. Penyematan pin 24 karat tersebut dilakukan oleh Wakil Rektor UII saat itu, Prof. Sarwidhi dan didampingi rektor. Penulis sendiri saat maju kedepan juga didampingi oleh orang tua penulis. Meski bibir tersenyum kecil, namun hati kecil penulis sedikit menangis: bukan karena sedih namun karena syukur kebahagiaan bahwa Alloh memberikan kesempatan penulis untuk membuktikan “pencapaian tertinggi” tersebut di hadapan orangtua.

Berfoto bersama Orang Tua

Berfoto bersama Orang Tua

Wawancara Khsusus dengan Reporter RB TV

Wawancara Khsusus dengan Reporter RB TV

Prosesi wisuda Periode IV Tahun Ajaran 2007/2008 tanggal 29 Maret 2008 silam sungguh merupakan momen yang tak terlupakan. Momen terakhir yang masih terngiang di pikiran penulis adalah tanda kebanggaan yang muncul dari mimik wajah orangtua penulis saat wawancara dengan media massa yang menanyakan bagaimana bisa penulis mendapatkan prestasi tertinggi tersebut. Kepada wartawan tersebut penulis jawab: “Pin emas bagi saya bukanlah segalanya. Penghargaan ini merupakan suatu bentuk instropeksi bahwa segala sesuatu bila diiringi dengan amanah, giat, kerja keras, serta keyakinan yang kuat untuk menuntut ilmu Alloh maka segala kebaikan akan datang mengiringi langkah kita. Penghargaan ini-pun menurut saya bukan yang terakhir, namun menjadi start agar selalu berupaya terus mennerus untuk berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: