Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Law School UII » Akhir Pekan bersama Prof. Zaid

Akhir Pekan bersama Prof. Zaid

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Berfoto bersama di Rempah Asia Restaurant

Ahad, 18 April 2011, Yogyakarta yang berhati nyaman kedatangan seorang tamu. Tamu tersebut datang jauh dari negeri seberang, Malaysia. Tamu tersebut adalah Professor Zaid bin Mohamad. Kebetulan beliau berkunjung dalam keperluan akademik selama satu minggu di Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hari ahad tersebut, memang dikhususkan oleh beliau untuk bertemu dengan mantan mahasiswa bimbingannya. Acara pun diawali dengan Sunmor hingga small dinner di Lombok Idjo.

Tak sedap bertemu tanpa berfoto :)

Tak sedap bertemu tanpa berfoto🙂

Berfoto bersama mantan mahasiswa bimbingannya di UII

Prof Zaid (Nomor Dua dari Kiri, Berbaju Putih) berfoto bersama mantan mahasiswa bimbingannya di FH UII

Berfoto bersama mantan mahasiswa bimbingannya di UMY

Prof Zaid (Tengah) Berfoto bersama mantan mahasiswa bimbingannya di UMY

Orang yang kebetulan gemar backpacker-an lintas negara ini memang ingin berolahraga pagi sambil mere-fresh pikiran di Sunmor (kepanjangan Sunday Morning) di area Universitas Gadjah Mada. Setelah merasa puas dengan jogging di Sunmor, beliau pun melanjutkan dengan sarapan pagi di restaurant “rempah asia”, Jalan Kaliurang. Restoran ini menyajikan masakan-masakan yang umumnya cocok untuk lidah orang Malaysia. Itulah mengapa ini merupakan restoran favorit beliau apabila berkunjung di kota gudeg ini. Tapi setelah dicoba lidah penulis pun ikut cocok lho?

Kemeriahan acara breakfast dibalut dengan canda tawa dengan mantan mahasiswa bimbingannya selama di Malaysia. Tak hanya itu, penulis pun sempat berdiskusi panjang mengenai buku-buku kesukaan beliau, motivasi kuliah lagi, serta seluk beluk mengenai “kampus cantik” International Islamic University of Indonesia. Diskusi khusus ini bermula saat mengantarkan beliau ke rumah kontrakannya hingga sore hari. Begitu takjub saya (penulis) dengan lapangnya ilmu dan pengalaman beliau, hingga memotivasi penulis agar hidup menjadi “lebih hidup”.

“Setiap orang hebat di dunia ini mulai dari Nabi Mumammad, Sukarno, Kennedy dan siapapun orang hebat tersebut, bukan hebat karena sesaknya aktivitas mereka, tapi karena satu hal: ada waktu untuk doing nothing. Cari dan baca buku “Think and grow rich” karya Napoleon Hill.” ungkap Prof. Zaid.

Malam pun tiba, beliau mengundang penulis untuk mengimplementasikan ajaran “doing nothing”nya, yakni bermain bowling. Ternyata beliau tak hanya pandai dalam mengajar, tapi ungkapan wow selalu keluar dari mulut penulis ketika beliau sedang action meluncurkan bola bowling ke arah sepuluh botol putih yang berdiri menanti gelindingan bola bowling. Keceriaan-pun muncul dari kami berempat yang saat itu tertawa berusaha ngos-ngosan menggelindingkan bola sampai ke gawang bowling. Of course the winner of the bowling competition is: Prof. Zaid. Big wow🙂

Berfoto pasca kompetisi bowling

Berfoto pasca kompetisi bowling

Pertemuan berakhir di restoran “Lombok Idjo”, dengan memesan empat cangkir warna-warni (berisi aneka jus buah-buahan) pesanan kami. Dengan mantap penulis menanyakan: “alasan apa yang membuat Prof. Zaid berstatement Yogya sangat nyaman?”. Salah satu cek gung di IIUM ini pun menjawab rinci bahwa Jogja nyaman karena tiga ahal: kesopan-santunan masyarakatnya, less criminal cases padahal daya upah masyarakat-nya rendah, serta filosofi wilayah Jogja yang tiada duanya di dunia. Very glad to see you Prof!.

Oleh: Dodik Setiawan Nur Heriyanto


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: