Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » Uncategorized » Kang Herry berhenti merokok karena cinta

Kang Herry berhenti merokok karena cinta

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Berfoto bersama Kang Herry

Pada hari Sabtu, 12 Mei 2012 di Gedung Kembar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta diselenggarakan bedah buku “giant pack of lies” dimana menghadirkan langsung penulisnya Ibu Mardiyah Chamim. Dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan bongkah raksasa kebohongan industri rokok selama ini. Di sela acara ini, saya menyempatkan diri untuk berdiskusi dan berfoto bersama dengan mantan perokok aktif dan mantan Walikota Yogyakarta Bapak Herry Zudiyanto.

Dengan menghadirkan narasumber yang hebat baik dari penulis buku, Bapak Herry Zudiyanto, dan juga Prof. Edy Suandi Hamid (Rektor UII dan Ketua APTISI), acara ini terlihat begitu sempurna ketika saya mendengarkan sendiri bagaimana pengalaman Pak Herry sebagai perokok aktif. Hal yang membuat beliau berhenti merokok adalah berkat kecintaannya kepada istri. Sungguh hal yang luar biasa bahwa ikatan cinta pun bisa menjadikan seorang perokok aktif sekaliber Pak Herry bisa berhenti. Kesimpulan saya, kampanye normatif anti rokok jangan sampai terlalu represif, tapi cobalah dengan hati dan cinta (termasuk dengan menggunakan kata-kata yang pas dan mengena di hati para perokok aktif).

Selain itu, banyaknya generasi muda yang mengkonsumsi rokok menyebabkan lembaga pendidikan urun tangan dalam memperbaiki persepsi generasi muda terhadap dampak negatif dan madharat rokok baik bagi fisik maupun lingkungan. Prof. Edy mengungkapkan bahwa di Universitas Islam Indonesia sendiri sudah sejak tahun 2005. Saya pun melihat beberapa tahun ini (dari tahun 2009) beberapa tulisan-tulisan besar larangan merokok di seluruh lingkungan kampus taman siswa. Ibarat sanepan “digugu lan ditiru”, saya melihat rekan-rekan saya sesama dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tidak merokok di area kampus dan yang menurut saya hebat adalah hampir 99% dosen di FH UII tidak merokok. Kalaupun ada itu bisa dihitung dengan jari tangan saja.

Saya berharap, ke depan perlu adanya dorongan kepada setiap Pemerintah Daerah untuk membentuk pengaturan Kawasan Tanpa Rokok. Sehingga di dataran normatif, ada kepastian hukum bagaimana melindungi perokok pasif agar terbebas dari paparan asap rokok.

H. Dodik Setiawan Nur Heriyanto, SH, MH


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: