Dodik Setiawan Nur Heriyanto

Home » My Personal Note » Syarat Mengurus Visa (VDR) Studi di Malaysia

Syarat Mengurus Visa (VDR) Studi di Malaysia

My New Ideas

Law is not merely words but also reflecting more actions.

Berikut ini akan saya share pengalaman teman saya yang baru saja mengurus visa (VDR) untuk studi di Malaysia. Pada tahun 2014 ini, terdapat aturan baru untuk warga negara Indonesia yang akan studi di Malaysia khususnya untuk PhD program (kuliah S3). Memang seyogyanya dengan komitmen negara-negara ASEAN dimana telah disepakati crossing without border administration maka seharusnya ketika kita sebagai warga negara salah satu negara ASEAN dapat memasuki negara-negara anggota ASEAN tanpa visa. Pengalaman saya sewaktu ke Singapore saja hanya cukup membawa paspor saja tanpa mengurus Visa. Namun durasi stay untuk di negara-negara tersebut hanya dibatasi maksimal 30 hari. Nah, pertanyaannya bagaimana dengan di Malaysia?

Dalam tulisan kali ini saya akan menulis khususnya tentang syarat pengurusan Visa untuk studi di Malaysia. Per tahun 2014, malaysia menerapkan kebijakan berupa kewajiban untuk mendapatkan VDR (Visa Dengan Rujukan) untuk tinggal lebih dari 30 hari di Malaysia. Namun memang prosedurnya banyak teman saya yang menganggap menghabiskan energi dan biaya. Hal ini dikarenakan prosedur yang dijalani tampaknya mudah tapi perlu pulang-pergi Indonesia-Malaysia untuk mengurusnya. Perlu diketahui meskipun kadangkala gembar-gembor iklan penerbangan banyak murah dari Indonesia ke Malaysia namun jika tidak diplanning dengan benar bisa mendapatkan

Berikut ini akan saya ceritakan mekanisme pengurusannya: setelah mendapatkan Letter of Offer atau Letter of Acceptance dari universitas yang dituju maka biasanya pihak kampus akan mengirimkan e-mail terkait dengan penerbitan VDR. Untuk mendapatkan VDR ini harus ditempuh dengan dua cara yaitu: Satu, mengupload scan dokumen seperti scan seluruh halaman paspor, scan letter of offer, dan scan foto paspor dengan latar belakang (background) biru. Semua scan dokumen ini kemudian di email ke alamat email institusi kampus yang menguruskan dokumen. Seperti di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) biasanya diminta kirim ke vdrukm@gmail.com. Dua, menyerahkan dokumen hardcopy berupa fotokopi paspor keseluruhan halaman sebanyak enam kali, fotokopi letter of offer sebanyak enam kali, dan 8 lembar pas foto ukuran paspor berlatar belakang biru. Dokumen hardcopy ini diserahkan ke unit universitas yang mengurus VDR. Anda bisa bertanya-tanya setelah sampai dikampus tujuan atau pada saat her registrasi.

Issuing process VDR umumnya kira-kira selama 30 hari. Dokumen VDR asli ini akan dikirim pos langsung ke alamat resmi yang anda berikan selama apply VDR dan scan VDR nya akan dikirim melalui email anda. Setelah anda mendapatkan VDR asli nya maka anda harus segera pulang ke Indonesia untuk mengurus single permit atau residence permit. Pengurusannya wajib di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta atau kantor konsulat terdekat di daerah anda. Hal yang sangat penting untuk dicatat adalah bahwa anda harus menyiapkan dokumen ini untuk diserahkan ke pihak kedutaan, seperti:

  1. Pas Foto ukuran paspor dengan latar belakang putih (bukan biru) sebanyak 2 lembar;
  2. Fotokopi VDR (2 lembar);
  3. Fotokopi KTP (2 lembar);
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (2 lembar);
  5. Fotokopi Paspor (2 lembar);
  6. Fotokopi Letter of Offer (2 lembar); dan
  7. Fotokopi Akta Nikah (2 lembar/conditional).
  8. Membawa uang administrasi sebesar Rp.55.000,-
  9. Membawa dokumen asli keseluruhan dokumen diatas (KTP, KK, VDR, Paspor, Letter of Offer, dan Akta Nikah).

Perlu berhati-hati bahwa anda jangan menyerahkan dokumen asli apapun kondisinya. Sebenarnya cukup menunjukkan aslinya jika ditanya keasliannya. Untuk itulah agar tidak diragukan selalu fotokopi dokumen dengan kualitas yang bagus. Saran saya untuk mendapatkan kualitas yang bagus coba pakai mesin xerox🙂. Demikian share pengalaman saya ketika membantu teman saya dalam pengurusan visa. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.


4 Comments

  1. Evan says:

    Salam pak Dodik, apakah pengurusan VDR harus kah kita ke Malaysia lebih dulu? tpi bukankah dokumentnya bisa di scan seperti yang bapak terangkan ??

  2. Sebenarnya anda menunggu scan dan hardcopy nya dulu dari pihak yang meng-issued VDR. Tergantung alamat yg anda cantumkan dimana kalau alamat pengiriman VDR di alamat di Indonesia ya anda hrs ke indonesia. Tapi kalau tidak maka anda tinggal bawa VDR nya ke kedutaan malaysia untuk single permit. Perlu diketahui bahwa penerbitan VDR ini bisa lama. shg agak sabar dan tetap komunikasi dg pihak pengelola VDR di kampus tujuan anda. Goodluck!

  3. Mmy says:

    Pak seperti yang bapak ceritakan teman bpk bolak balik mly-ind, ketika kita sedang menunggu proses mendapatkan VDR yang 1bln lamanta, boleh kan kita masuk malaysia menggunakan visa traveller terlebih dahulu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: